MANAJEMEN PEMBELAJARAN
TUGAS 2
MENEJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Manajemen pembelajaran
DI SUSUN OLEH
Nama : NOVIA RIZA ASYARI
Bp : 1620170
Bp : 1620170
DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP ) ADZKIA
2019
A.
KONSEP
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Manajemen pembelajaran adalah segala
usaha pengaturan prosesbelajar mengajar, dalam rangka tercapainya proses
belajar mengajar yang efektif dan esien. Pada dasarnya, manajemen
pembelajaran merupakan pengaturansemua kegiatan pembelajaran, baik kegiatan
pembelajaran yangdikategorikan dalam kurikulum inti maupun penunjang,
berdasarkankurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya; oleh Kementrian
Pendidikan Nasional atau Kementrian Agama.
Menurut brahim !afadhal, manajemen
pembelajaran adalah segalausaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka
tercapainya prosesbelajar mengajar yang efektif dan esien. Manajemen program
pembelajaransering disebut dengan manajemen kurikulum dan
pembelajaran. Pengertian manajemen pembelajaran demikian dapat
diartikansecara luas, dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan
bagaimanamembelajarkan mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada
penilaian pembelajaran.
Pendapat lain menyatakan bahwa manajemen
pembelajaran merupakan bagian dari strategi pengelolaan
pembelajaran. Manajemen pembelajaran dapat juga diartikan sebagai usaha ke
arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktifitas-aktivitas orang lain atau membuat
sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain, berupa peningkatan minat, perhatian,
kesenangan, dan latar belakang.
B.
TUJUAN
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Tujuan Manajemen pembelajaran yaitu erat
sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada
hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara
optimal.Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada
hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional
yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik dan Keterampilan Dasar Mengajar
.
Tujuan pokok mempelajari manajemen
pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang
sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti
tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan
C. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
Manajemen pembelajaran pada hakekatnya
mempunyai pengertian yang hampir sama dengan manajemen pendidikan .namun ruang
lingkup dan bidang kajian manajemen pembelajaran merupakan bagian dari
manajemen sekolah dan juga merupakan ruang lingkup kajian manajemen pendidikan
.
Namun demikian ,manajemen pendidikan mempunyai
jangkauan yang lebih luas dari pada manajemen sekolah dan managemen
pembelajaran .dengan perkataan lain manajemen pembelajaran merupakan element
dari pembelajaran sekolah sedangkan manajemen sekolah merupakan bagian dari
manajemen pendidikan.atau peenrapan manajemen pendidikan dalam organisasi
sekolah sebagai salah satu komponen dari system pendidikan yang berlaku.
Keberhasilan sebuah usaha maka manajemen
haruslah di laksanakan berdasarkan dalil-dalil umum manajemen atau yang lebih
di kenal sebagai prinsip-prinsip manajemen .dari sekian banyak prinsip
manajemen yang dapat di ajarkan dan di pelajari oleh seorang calon manajer
,diantarnya yang terpenting adalah:
1. prinsip
pembagian kerja
Dalam membagikan tugas dan jenisnya kepada
semua kerabat kerja ,seorang ,manajer hendaknya bersifat adil yaitu,harus
bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2. prinsip
wewenang dan tanggung jawab
Setiap
kerabat kerja atau karyawaan hendaknya di beri wewenang sepenuhnya untuk
melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggungjawabkan nya kepada atasan
secara langsung.
3. prinsip
tertib dan disiplin
Disiplin adalah kesediaan untuk melakukan
usaha atau kegiatan nyata (bekrja dengan sesuai dengan jenis pekrjaaan yang
menjadi tugas dan tanggung jawab nya )berdasarkan rencana,peraturan dan
waktu,(wktu kerja)yang telah di tetapkan.
D. PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah
pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena
itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung
jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai
pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan
kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas
tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk
perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat
personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan
pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus
mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang
dengan norma-norma yang ada.
2. Guru Sebagai Pengajar
Peranan guru sebagai pengajar dan
pembimbing dalam kegiatan
belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan,
hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa
aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas
dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik.
Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan
terampil dalam memecahkan masalah.
3. Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat
diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan
pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini,
istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental,
emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
4.
Guru Sebagai
Pemimpin
Guru
diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru
menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam.
5. Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran
Guru harus
mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru
juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya
pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.
6. Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan
model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia
sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran
ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja
pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta
orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan
gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan,
pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan,
kesehatan, gaya hidup secara umum.
7. Sebagai Anggota
Masyarakat
Peranan guru sebagai komunikator
pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam
pembangunan disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan
kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki
kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui
kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan
bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat
yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
8.
Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai
pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan
dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di
sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi
teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu
diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti
membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan
dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
9. Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah
seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak
memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat
berharap untuk menasehati orang.Peserta didik senantiasa berhadapan dengan
kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya.
Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat
secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu
kesehatan mental.
10. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru
menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi
peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara
generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua
memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang
belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang
harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
11. Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreativitas
merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk
mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas
merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia
kehidupan di sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan
menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh
seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.
12.
Guru Sebagai Emansipator
Dengan kecerdikannya, guru mampu
memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa
kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa
pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari
“self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan
rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta
didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan
dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.
13. Guru Sebagai
Evaluator
Evaluasi atau penilaian merupakan aspek
pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan
hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan
konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian.
Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur
yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak
lanjut.
14.
Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah orang yang mengarahkan
proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan
rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang
memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini
peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator.
DAFTAR PUSTAKA
Nanang
Fattah .2001.Landasan Manajemen Pendidikan .Bandung:Remaja Rosdakarya.
Syafrudddin
.2005. Manajemen lembaga pendidikan islam ,Cet.1 .jakarta :ciputat press.
Ricky
.W. Griffin .2004. manajemen,alih bahasa gina gania,editor Wisnu candra
Kristiaji .jakarta:Erlangga.
Komentar
Posting Komentar