A. PENGERTIAN BELAJAR DAN MENGAJAR

   1.Pengertian Belajar

           Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru. Di samping itu, ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.                                                                                                       Berdasarkan persepsi semacam ini, biasanya mereka akan merasa cukup puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu walaupun tanpa pengetahuan mengenal arti, hakekat, dan tujuan keterampilan tersebut.1Untuk menghindari ketidaklengkapan seperti tersebut, penulis akan melengkapi sebagian definisi mereka dengan beberapa pandangan dari para tokoh pedidikan. 


           Menurut Skinner, seperti dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational Psychology: The Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Pendapat ini diungkapkan dalam pernyataan ringkasnya, bahwa belajar adalah ... a process of progressive behavior adaptation. Berdasarkan eksperimennya, B. F. Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila ia diberi penguat (reinforce).
          Skinner, seperti juga Pavlov dan Guthrie, adalah seorang pakar teori belajar berdasarkan proses conditioning yang pada prinsipnya memperkuat dugaan bahwa timbulnya tingkah laku itu lantaran adanya hubungan antara stimulus (rangsangan) dengan respon (tanggapan, reaksi). Namun, patut dicatat bahwa definisi yang bersifat behavioristik ini dibuat berdasarkan hasil eksperimen dengan menggunakan hewan, sehingga tidak sedikit pakar yang menetangnya. 

              Chaplin dalam Dictionary of Pshycology membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama berbunyi ... acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and experience. Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan keduanya Process 2 Ibid. hal 89. 11of acquiring responses as a result of special practice, belajar ialah proses memperoleh respons-respons sebagai akibat adanyan latihan khusus.

         Menurut Oemar Hamalik, “Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (Learning is defined as the modification or strengthening of behaviour through experiencing)” Yang berarti bahwa, belajar merupakan suatu proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan. 
  
         Menurut Tadjab, “Belajar adalah berubahnya kemampuan seseorang untuk melihat, berfikir, merasakan, mengerjakan sesuatu, melalui berbagai pengalaman-pengalaman yang sebagiannya bersifat perceptual, sebagiannya bersifat intelektual, emosional maupun motorik.”

         Reber dalam kamus susunannya yang tergolong modern, Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam definisi. Pertama, belajar adalah The process of acquiring knowledge, yakni proses memperoleh pengetahuan. Pengertian ini biasanya lebih sering dipakai dalam pembahasan psikologi kognitif yang oleh sebagian ahli dipandang kurang representatif karena tidak mengikutsertakan perolehan keterampilan non kognitif.
 Kedua, belajar adalah A relatively permanent change in respons potentiality which occurs as a result of reinfoerced practice, yaitu suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.
 Dalam definisi ini terdapat empat macam istilah yang esensial dan perlu disoroti untuk memahami proses belajar.
 a)Relatively permanent, yang secara umum menetap. 
 b)Response potentiality, kemampuan bereaksi.
 c)Reinforcel, yang diperkuat.
 d)Practise, praktik atau latihan.

 Istilah a) konotasinya ialah bahwa perubahan yang bersifat sementara seperti perubahan karena mabuk, lelah jenuh, dan perubahan karena kematangan fisik tidak termasuk belajar. 
Istilah b) berarti menunjukkan pengakuan terhadap adanya perbedaan antara belajar dan penampilan atau kinerja hasil-hasil belajar. Hal ini merefleksikan keyakinan bahwa belajar itu merupakan peristiwa hipotesis yang hanya dapat dikenali melalui perubahan kinerja akademik yang dapat diukur.
Istilah c) konotasinya ialah bahwa kemajuan yang didapat dari proses belajar mungkin akan musnah atau sangat lemah apabila tidak diberi penguatan. 
Sedangkan istilah yang terakhir, yakni practise, menunjukkan bahwa proses belajar itu membutuhkan latihan yang 13berulang-ulang untuk menjamin kelestarian kinerja akademik yang telah dicapai siswa.

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang mengalami perubahan tersebut menyangkut perubahan sikap, pemecahan suatu masalah, keterampilan, kecakapan dan kebiasaan.

   2.Pengertian Mengajar 
           Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan tetapi antara keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Bagi kaum konstruktivis, mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.          
        Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri. Menurut Oemar Hamalik, mengajar memiliki beberapa definisi penting, diantaranya :
a)Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah. 
b)Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.  
c)Mengajar adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi       belajar bagi siswa.  
d)Mengajar atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid. 
e)Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat. 
f)Mengajar adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.  

           Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa, “ Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada siswa guna membantu siswa menghadapi masalah yang terdapat pada kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini sebenarnya siswa dapat belajar sendiri tanpa adanya guru pengajar, namun seringkali siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi buku tersebut dan memecahkan permasalahan terutama untuk pelajaran matematika. Oleh sebab itu peranan guru dalam proses belajar mengajar itu sangat penting. 

B. PRINSIP- PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR

              Ada beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita \pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, yang baik bagi siswa untuk meningkatakan upaya belajarnya maupun bagi guru yang digunakan untuk meningkatkan upaya mengajarnya. Berikut ini adalah contoh prinsip-prinspnya:
  1. Prinsip Kesiapan
Yang dimaksud dengan prinsip kesiapan yaitu proses yang dipengaruhi kesiapan siswa atau kondisi siswa yang memungkinkan ia dapat belajar.
  1. Prinsip Motivasi
Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dari peserta didik untuk mengatur arah kegiatan dan memelihara kondisi tersebut.
  1. Prinsip Persepsi
Prinsip Persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup dan dipengaruhi oleh perilaku individu itu sendiri. Setiap individu dapat melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.
  1. Prinsip Tujuan
Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh setiap individu. Tujuan ini harus lebiah jelas tergambar dalam pikiran dan dapat diterima oleh setiap peserta didik dalam proses pembelajaran itu terjadi.
  1. Prinsip Perbedaan Individual
Proses pengajaran semestinya memperhatikan perbedaan individual dalam kelas dan dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar setinggi-tingginya. Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkat sasaran akan gagal memenuhi kebutuhan seluruh siswa.
  1. Prinsip Transfer dan Retensi
Belajar yang dapat dianggap bermanfaat bila seseorang itu dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan pada akhirnya dapat digunakan dalam situasi yang lain. Proses itulah yang disebut dengan Proses Transfer. Sedangkan yang dimaksud dengan Retensi adalah kemampuan sesesorang untuk menggunakan lagi hasil belajar.
  1. Prinsip Belajar Kognitif
Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi. Dalam prinsi ini akan melibatkan proses pengenalan dan penemuan.
  1. Prinsip Belajar Afektif
Belajar Afektif akan mencakup beberapa unsur yaitu nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Prinsip belajar afektif seseorang akan menemukan bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.
  1. Prinsip Belajar Evaluasi
Belajar evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya pelaksanaan pelatihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.
  1. Prinsip Belajar Psikomotor
Proses belajar psikomotor individu menetukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktifitas ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik.

Secara umum, prinsip-prinsip belajar berkaitan dengan:
  1. Perhatian dan Motivasi
  2. Keaktifan
  3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
  4. Pengulangan
  5. Tantangan
  6. Balikan dan Penguatan (law of effect)
  7. Perbedaan individual
      Prinsip-prinsip Mengajar

           Guru harus berhadapan dengan sekelompok manusia yang memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk menuju kedewasaan, sehingga sadar akan tanggung jawab masing-masing. Karena tugas guru yang berat tersebut, maka guru harus mempunyai prinsip-prinsip mengajar seperti yang dikemukakan oleh Slameto (1995: 35-39) sebagai berikut :
  1. Perhatian
    Waktu mengajar guru harus dapat membangkitkan perhatian siswa pada pelajaran yang diberikan sehingga pelajaran tersebut dapat diterima, dihayati dan diolah siswa sehingga menimbulkan pengertian dari diri siswa.
  2. Aktivitas
    Guru perlu menumbuhkan aktivitas siswa baik aktivitas berpikir maupun berbuat dalam proses belajar mengajar.
  3. Appersepsi
    Setiap guru dalam mengajar perlu mengembangkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa ataupun pengalamannya.
  4. Peragaan
    Guru harus menggunakan bermacam-macam media dalam penyampaian materinya. Hal ini ditujukan agar siswa tidak merasa bosan, dan lebih terangsang dalam berpikir dalam rangka membentuk struktur kognitif dalam jiwa siswa.
  5. Repetisi
    Guru perlu mengulang-ulang pelajaran dalam menjelaskan suatu unit pelajaran, karena pelajaran yang sering diulang akan memberikan tanggapan yang jelas dan tidak akan mudah dilupakan.
  6. Korelasi
    Guru harus memperhatikan hubungan antar setiap mata pelajaran dalam mengajar sehingga dapat memperluas pengetahuan siswa.
  7. Konsentrasi
    Guru harus konsentrasi dalam berbagai situasi yang dijumpainya selama mengajar sehingga proses belajar mengajar tidak menyimpang.
  8. Sosialisasi
    Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan bersama walaupun berada di dalam kelas maupun di luar kelas dalam menerima pelajaran, karena bekerja di alam kelompok dapat meningkatkan cara berpikir siswa untuk memecahkan masalah secara baik.
  9. Individualisasi
    Siswa merupakan makhluk yang unik, yang mempunyai perbedaan yang khas antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini guru dituntut untuk dapat mendalami perbedaan tersebut sehingga dapat melayani pendidikan tanpa menyimpang dari tujuan.
  10. Evaluasi
    Semua kegiatan belajar mengajar perlu evaluasi, dengan begitu baik siswa maupun guru dapat termotivasi untuk meningktkan peran aktifnya guna keberhasilan proses belajar mengajar.           
  
 C. KETERAMPILAN- KETERAMPILAN MENGAJAR

1. Keterampilan Menjelaskan
    a. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
    b. Prinsip-prinsip menjelaskan 
  1.   Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
  2.   Penjelasan harus diselingi tanya jawab
  3.   Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru
  4.   Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
    c. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan 
  1.  Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas
  2.  Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu
  3.  Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan
  4.  Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi
  5.  Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan
2. Keterampilan Bertanya
     a. Pengertian keterampilan bertanya
Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban(respon) dari peserta didik.
     b. Tujuan keterampilan bertanya :
  1.  Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar
  2.  Melatih kemampuan mengutarakan pendapat
  3.  Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
  4.  Melatih peserta didik berfikir divergen
  5.  Mencapai tujuan belajar
     c. Jenis-jenis pertanyaan
  1. Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik
  2. Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas
  3. Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban
  4. Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi
  5. Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain
  6. Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri
      d. Prinsip-prinsip bertanya
  1.  Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada peserta didik
  2.  Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana
  3.  Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
  4.  Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
  5.  Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik
  6.  Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question
     e. Teknik-teknik dalam bertanya
  1. Tekhnik menunggu
  2. Tekhnik menguatkan kembali
  3. Tekhnik menuntun dan menggali
  4.  Tekhnik mekacak
3. Keterampilan Menggunakan Variasi Stimulus
       a. Pengertian keterampilan menggunakan variasi
Keterampilan menggunakan variasi stimulus merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga siswa bergairah dan antusias dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif.
      b. Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar :
  1.   menghilangkan kejemuan dalam mengikuti proses belajar
  2.   mempertahankan kondisi optimal belajar
  3.   meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik
  4.   memudahkan pencapaian tujuan pengajaran
     c. Jenis-jenis variasi dalam mengajar
  1.   variasi dalam penggunaan media
  2.   variasi dalam gaya mengajar
  3.   variasi dalam penggunaan metode
  4.   variasi dalam pola interaksi yaitu gunakan pola interaksi multi arah
      d. Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran
  1.   gunakan variasi dengan wajar, jangan dibuat-buat
  2.   perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif
  3.   penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik peserta  didik
4. Keterampilan Memberi Penguatan
      a. Pengertian keterampilan memberi penguatan
Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku tersebut di saat yang lain.
      b. Tujuan penggunaan keterampilan memberi penguatan :
  1.   Menimbulkan perhatian peserta didik
  2.   Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
  3.   Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi
  4.   Merangsang peserta didik berfikir yang baik
  5.   Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar
      c. Jenis-jenis penguatan
  1.   Penguatan Verbal
  2.   Penguatan Gestural
  3.   Penguatan dengan cara mendekatinya
  4.   Penguatan dengan cara sambutan
  5.   Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan
  6.   Penguatan berupa tanda atau benda
      d. Prinsip-prinsip penguatan
  1.   Dilakukan dengan hangat dan semangat
  2.   Memberikan kesan positif kepada peserta didik
  3.   Berdampak terhadap perilaku positif
  4.   Dapat bersifat pribadi atau kelompok
  5.   Hindari penggunaan respon negative
5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
       a. Pengertian Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
       b. Tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah :
  1. Untuk menimbulkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran yang akan dibicarakan
  2.   Menyiapkan mental para peserta didik agar siap memasuki persoalan yang akan dibicarakan
  3.   Memungkinkan peserta didik mengetahui tingkat keberhasailan dalam pelajaran
  4.   Agar peserta didik mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan
       c. Prinsip-prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran
  1.  Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
  2.  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
  3.   Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkannya terhadap pengetahuan yang sudah diketahui oleh peserta didik.
6. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
        a. Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya.
Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
       b. Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
  1.  Keterampilan dalam pendekatan pribadi
  2.  Keterampilan dalam mengorganisasi
  3.  Keterampilan dalam membimbing belajar
  4.  Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM
7. Keterampilan Mengelola Kelas
      a. Pengertian keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal.
      b. Tujuan dari pengelolaan kelas adalah :
  1.   Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik memgembangkan kemampuannya secara optimal
  2. Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yang dapat merintangi terwujudnya interaksi belajar mengajar
  3.  Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahingga bila terjadi gangguan dalam belajar mengajar dapat dikurangi dan dihindari
  4.  Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik
  5.  Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
      c. Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
  1. Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik, sehingga guru dapat merubah strategi mengajarnya
  2. Kehangatan dan keantusiasan
  3. Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar
  4. Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yang menantang
  5. Tanamkan displin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri
  6.  Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkan konsentrasi pada hal negatif
      d. Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
  1. Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan cara :
  2. Memusatkan perhatian
  3.  Menunjukkan sikap tanggap
  4.  Menegur
  5.  Membagi perhatian
  6.  Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
  7. Memberi penguatan
  8. Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapat menggunakan keterampilan dengan cara :
       · Pengelolaan kelompok
       · Modifikasi tingkah laku
       · Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
     e. Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilan mengelola kelas :
  1.  Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
  2. Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
  3. Penyimpangan
  4. Kesenyapan
  5. Bertele-tele
8. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
      a. Pengertian
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerja sama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau kelompok tertentu. Untuk itu guru memiliki peran sangat penting sebagai pembimbing agar proses diskusi dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran.
     b. Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil :
  1. Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
  2. Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
  3. Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis
  4. Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi
     c. Komponen keterampilan guru dalam megembangkan pembimbingan kelompok kecil :
  1.   Memperjelas permasalahan
  2.   Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
  3.   Pemusatan perhatian
  4.   Menganalisa pandangan peserta didik
  5.   Meningkatkan urutan pikiran peserta didik
  6. #Menutup diskusi
      d. Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil :
  1.  Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
  2.  Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan pemecahan masalah
  3.  Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu
  4.  Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan
  5. Membiarkan peserta didik tidak aktif
  6.  Tidak merumuskan hasil diskusi dan tiadak membentuk tindak lanju
 
   D.TUJUAN KETERAMPILAN MENGAJAR



1. dapat memahami  hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kuaitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat  serta bisa memberikan  penguasaan kelas yang baik.

2. untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana menerapkan dalam program pembelajaran sehingga pada akhir masa kuliah mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai dasar atau sikap yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak) sebagai calon guru sehingga memiliki pengalaman melakukan pembelajaran dan kesiapan untuk melakukan praktek pendidikan di sekolah/lembaga/klub.




D. MACAM –MACAM KETERAMPILAN MENGAJAR


 1. Ketrampilan Bertanya
         Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapanverbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanyamerupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik danteknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif. 
         Pertanyaan yang baik di bagimanjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomoBloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan ( compliancequestion), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun(prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagdequestion), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question), pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question).Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkansikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa.Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawabansiswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda. 
           Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yangmenuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan. Ketrampilan bertanya di bedakan atasketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjut.Ketrampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalammengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah :
           Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, Pemberian acuan, pemusatan, Pemindahgiliran, Penyebaran, Pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar yanglebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar  pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Ketrampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semuakomponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan ketrampilan bertanya lanjut. Adapunkomponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalammenjawab pertanyaan, Pengaturan urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.


2. Ketrampilan Memberikan Penguatan

          Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadapsuatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah lakutersebut.Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif. Ketrampilan memberikan penguatan terdiridari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh mahasiswacalon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis.Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatandengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupasimbol atau benda dan penguatan tak penuh. Penggunaan penguatan secara evektif harusmemperhatikan tiga hal, yaitu kehangatan dan evektifitas, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respons yang negatif.



3. Ketrampilan Mengadakan Variasi

          Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar,siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkanke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : – Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapanatau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact andmovement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru

dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). – Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapatdigolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat(visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditif aids), variasi alat atau bahanyang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba(audio visual aids). – Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan muriddalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi polainteraksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkansuasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.



4. Ketrampilan Menjelaskan

         Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yangdiorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yanglainnya. Secara garis besar komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenishubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, ataugeneralisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh danilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.



5. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran

         Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yangdilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswaagar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebutakan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran(closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkanmotivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antaramateri-materi yang akan dipelajari. Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi:meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuatringkasan, dan mengevaluasi.



6. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

           Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalaminteraksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilankesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yangmemungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, sertamembina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.



7. Ketrampilan Mengelola Kelas

           Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponenketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yangoptimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif danmengendalikan pelajaran, dan bersifat represif ketrampilan yang berkaitan dengan respons guruterhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakantindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.



8. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan

           Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 sampai 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinyahubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.Komponen ketrampilan yang digunakan adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, ketrampilan mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar danketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Diharapkan setelah menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkanketrampilan-ketrampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. Ketrampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan (feed back) yang cepat dantepat, penguasaan komponen ketrampilan mengajar secara lebih baik, dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang objektif dan dikembangkannya polaobservasi yang sistematis dan objektif.Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. Selahasatu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, makin banyaknya jumlah siswa bertanya.



DAFTAR RUJUKAN 



   Muhibbin syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan baru.(Bandung : Remaja Rosda Karya) cet. Ke-2. hal 88-89
  
Oemar Hamalik. 2003. Proses Belajar Mengajar. (Jakarta: Bumi Aksara) cet. Ke-2 hal27 

Tadjab. 1994. Ilmu Jiwa Pendidikan, (Surabaya: Karya Abditama), hal 46-47 

Komentar

  1. Menurut saudara apa-apa saja gejala- gejala pada siswa yang mengalami kesulitan belajar.?

    BalasHapus
  2. Apa pengertian belajar dn mengajar menurut anda

    BalasHapus
  3. Apa manfaat bgi guru jika terampil dalam mengajar?

    BalasHapus
  4. Apa-apa saja yg harus d perhatikan guru dalam proses belajar mengajar mohon penjelasannya kak

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum... Teman-teman penulis... Sarah mau bertanya... Apakah ada kendala menjadi seorang guru di sekolah dasar?
    Jika ada mohon penjelasannya

    BalasHapus
  6. menurut saudara bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang kondusif?

    BalasHapus
  7. Materinya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  8. Pemahaman tentang belajar mengajar ini telah menambah wawasan saya,tentang pemahaman bagaimana cara mengajar yg baik..trimaksih..artikel nya sangat bagus dan sangat membantu untuk calon guru yang akan mengajar kelak nya..

    BalasHapus
  9. Materinya sangat penting dan bermanfaat

    BalasHapus
  10. Materinya sangat bermanfaat buat para guru dan calon guru. Terimakasih......

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer