materi kelompok 1, Aspek- aspek manajemen kelas
TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
TENTANG
ASPEK-
ASPEK MANAJEMEN KELAS
DISUSUN OLEH:
NOVIA RIZA ASYARI
(1620170)
DOSEN
PEMBIMBING :
YESSI RIFMASARI MP.d
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP )
ADZKIA
2019
A. ASPEK-ASPEK
MANAGEMEN KELAS
Aspek
– aspek Manajemen Kelas Adapun kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam
manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam
petunjuk pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
a.
Mengecek
kehadiran siswa Siswa dilihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan
untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar, kesiapan
secara fisik terutama mental karena dengan perhatian dari awal akan memberikan
dorongan kepada mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
b.
Mengumpulkan
hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut Pekerjaan
yang sudah diberikan hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar
singkat sehingga rasa penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas
kerja yang sudah dilakukan.
c.
Pendistribusian
bahan dan alat Apabila ada alat dan bahan belajar yang harus didistribusikan
maka secara adil dan proporsional setiap siswa memperoleh kesempatan untuk
melakukan praktik atau menggunakan alat dan bahan dalam proses belajarnya.
d.
Mengumpulkan
informasi dari siswa Banyak informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu
sendiri yang dapat diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang pribadi
siswa maupun berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus dan sudah
dikerjakan.
e.
Mencatat
data Data-data siswa baik secara perorangan maupun kelompok yang menyangkut
individu maupun pekerjaan sangat penting untuk dicatat karena akan mendukung
guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa.
f.
Pemeliharaan
arsip Arsip-arsip tentang kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi
dan dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi
baik bagi guru maupun bagi siswa.
g.
Menyampaikan
materi pembelajaran Tugas utama guru adalah memberikan informasi tentang bahan
belajar yang harus dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan
berbagai media dan informasi yang ada dalam kelas.
h.
Memberikan
tugas / PR Penugasan adalah proses memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk
melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat mengevaluasi kemampuan secara
sendiri. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru
dalam pertemuan dengan siswa di dalam kelas.
Menurut
Dirjen POUD dan Dirjen Dikdasmen
1.Ketika bertemu
dengan siswa, guru harus Bersikap tenang dan percaya diri
2. Guru memberikan
tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3. Mengatur tempat
duduk siswa dengan tertib dan lancar
4. Menentukan tata
cara berbicara dan tanya jawab
5 .Bertindak disiplin
baik terhadap siswa maupun diri sendiri. Menurut Oemar Mark ada 7 aspek yang
melalui fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan
bulat, yaitu
·
Aspek
tujuan instruksional
·
Aspek
materi pelajaran
·
Aspek
metode dan strategi pembelajaran
·
Aspek
ketenagaan
·
Aspek
media instruksional
·
Aspek
penilaian
·
Aspek
penunjang fasilitas.
·
B. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS
Secara
umum, factor- factor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua,
yaitu factor internal dan factor eksternal siswa.
1.
Factor
internal siswa
Merupakan
factor yang berasai dari fribadi atau individu siswa yang meliputi dua aspek,
yaitu aspek fisiologi dan aspek psikologi.
a.
Aspek
fisiologi
Kondisi
umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-
organ tubuh dan sendi- sendinya, dapat mempengaruhi semangat intensitas siswa
dalam mengikuti pembelajaran.
b.
Aspek
psikologis
Factor
yang termasuk dalam aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan
kualitas perolehan belajar siswa ialah :
1.
Intelijensi
siswa
2.
Sikap
siswa
3.
Bakat
siswa
4.
Minat
siswa
5.
Motivasi
siswa
2.
Factor
eksternal cinta
Factor eksternal siswa
dapat di bedakan menjadi dua bagian yaitu ;
1.
Lingkungan
sosial seperti guru, para staf administrasi, dan teman- teman sekelas dapat
memengaruhi semngat belajar siswa
2.
Lingkungan
nasional, mencakup lingkungan sekolah dan sekitarnya, rumah tempat tinggal
siswa dan letaknya, alat- alat belajar, keadaan belajar, dan waktu belajar yang
digunakan siswa.
Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan
dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor- faktor tersebut melakat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas
yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
a.
Kondisi fisik Lingkungan fisik tempat belajar
mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang
menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas
proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan
pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi: Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar
mengajar Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak
leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu
dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas
tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika
ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang
mempunyai nilai pendidikan.
b.
Pengaturan tempat duduk. Dalam mengatur tempat
duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian
guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan
mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c.
Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu,
ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada)
adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena
itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d.
Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau
segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-
barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas
seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya,
hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan
siswa.Tentu saja masalah pemeliharaan juga sangat penting dan secara periodik
harus dicek dan recek. Kondisi lingkungan fisik tempat belajar memberikan
pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat menciptakan lingkungan
yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik. Ruang tempat
berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium, ruang serbaguna/
aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau berbaris-belajar, pola susun
berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola lingkaran atau persegi, ventilasi
dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan barang- barang Kondisi Sosio - Emosional Kondisi sosio
emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan
pengajaran.
Kondisi
sosio - emosional tersebut meliputi
a. Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di
dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez
faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b. Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi
siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap
bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat
diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan
membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan
kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang
menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk
memperbaiki kesalahannya.
c. Suara guru Suara guru, walaupun bukan
faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang
melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga
tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan
sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah
tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks
cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara
hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d. Pembinaan hubungan baik (raport) Pembinaan
hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas
adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa,
diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap
optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta
terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. Kondisi sosio - emosional akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Sikap guru,
sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah
tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang
dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik
diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus
dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar
dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat
kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman
berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah. . Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun
tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan
rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua
siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan
tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka
akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua
kegiatan yang bersifat rutin itu. Kegiatan rutinitas tersebut anatar lain:
·
Pergantian
pelajaran
·
Guru
berhalangan hadir
·
Masalah
antar siswa
·
Upacara
bendera
·
Kegiatan
lain.
C.FUNGSI MANAGEMEN KELAS
Fungsi
Manajemen Kelas Manajemen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan
terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajenen kelas berfungsi
1.
Memberi
dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok
dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam
menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama
dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
2.
Merencanakan:
memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji
berbagai sumber daya dan metode/teknik yang tepat.
3.
Mengorganisasikan:
• menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi. • merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang
mampu membawa organisasi pada tujuan. • menugaskan sesorang atau kelompok orang
dalam suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu. • mendelegasikan wewenang
kepada individu yang berubungan dengan keleluasaan melaksanakan tugas.
4.
Memimpin:
pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi
suri tauladan
5.
Mengendalikan: memastikan bahwa aktivitas
sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah,
Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:
Rineka Cipta.
Rachman,
Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Trimakasih materinya kak, sangat membantu saya
BalasHapus