tugas menciptakan suasana kelas yang efektif
TUGAS MANAGEMEN
TENTANG
MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG EFEKTIF
OLEH
NOVIA RIZA ASYARI (1620170)
KELAS : 7.5 PGSD
DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP )
ADZKIA
2019
MENCIPTAKAN
SUASANA KELAS YANG EFEKTIF
A.
Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif
1. Kondisi Belajar yang Efektif
Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru
memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada
pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya,
A.
Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif
1. Kondisi Belajar yang Efektif
Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru
memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada
pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya,
dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi
manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik
yang lain.
Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka
perlu dilakukan langkah-langkah sebagaiberikut :
a. Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa
hal, antara lain :
1) Aktivitas visual, seperti
membaca, menulis, melakukan eksprimen.
2) Aktivitas lisan, seperti
bercerita, tanya jawab.
3) Aktivitas mendengarkan,
seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
4) Aktivitas gerak, seperti
melakukan praktek di tempat praktek.
5) Aktivitas menulis, seperti
mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya
lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas siswa.
Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa
b.
Menarik Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan
perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap
pada diri seseorang. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya
dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa.
c.
Membangkitkan Motivasi Siswa
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif
menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai
tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia
mau belajar.
Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi
siswa :
1) Guru berusaha menciptakan
persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
2) Pada awal kegiatan
pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang
tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing
untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
3) Guru berusaha mendorong
siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Guru hendaknya banyak
memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri.
5) Guru selalu berusaha
menarik minat belajar siswa.
6) Sering-seringlah memberikan
tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin
d.
Memberikan Pelayanan Individu Siswa
Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata
ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan
kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran
individual atau privat, belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui
les-les privat atau melalui lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus
memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e.
Menyiapkan dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran.
Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang
digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang
disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.
Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang
dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan
manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di
kelas.
B. Strategi Pengelolaan
Kelas Yang Efektif
Strategi yang efektif dan yang harus diperhatikan saat
pengelolaan kelas, yaitu sebagai berikut :
1. Memulai pelajaran tepat
waktu.
2. Menata tempat duduk yang
tepat dengan cara menyelaraskan antar format dan tujuan pengajaran, misalnya
untuk pengajaran dengan menggunakan model diskusi, bangku siswa dibentuk
setengah lingkaran.
3. Mengatasi gangguan dari
luar kelas.
4. Menetapkan aturan dan
prosedur dengan jelas dan dapat dilaksanakan dengan konsisten.
5. Peralihan yang mulus antar
segmen pelajaran.
6. Siswa yang berbicara pada
saat proses belajar mengajar berlangsung.
7. Pemberian pekerjaan rumah.
8. Mempertahankan momentum
selama pelajaran.
9. Downtime, kelebihan
waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas-tugas dalam proses
belajar mengajar.
10. Mengakhiri pelajaran.
Selain strategi di atas, Strategi pengelolan kelas yang
efektif juga dapat dilakukan dengan beberapa Teknik sebagai berikut:
1.
Teknik Mendekati
Bila seorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang
biasanya efektif yaitu teknik mendekatinya. Kehadiran guru bisa membuatnya
takut, dan karena itu dapat menghentikannya dari perbuatan yang disruptif,
tanpa perlu menegur andai kata siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat
nakal, memindahkan tempat duduknya ke meja guru dapat berefek preventif.
2.
Teknik Memberikan Isyarat
Apabila siswa berbuat penakalan kecil, guru dapat memberikan
isyarat bahwa ia sedang diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari,
pandangan tajam, atau lambaian tangan.
3.
Teknik Mengadakan Humor
Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja,
dengan melihatnya secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana
baik, serta memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa
yang akan terjadi.
4.
Teknik Tidak Mengacuhkan
Untuk menerapkan cara ini guru harus lues dan tidak
perlu menghukum setiap pelanggaran yang diketahuinya. Dalam kasus-kasus
tertentu, tidak mengacuhkan kenakalan justru dapat membawa siswa untuk di
perhatikan.
5.
Teknik Yang Keras.
Guru dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia
di hadapkan pada perilaku disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya
mengeluarkannya dalam kelas.
6.
Teknik Mengadakan Diskusi Secara Terbuka
Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, sering guru menjadi
heran. ia lalu menilai kembali tindakan dan pengajarannya. untuk menjelaskan
perbuatan-perbuaatan siswa-siswanya. Dan menciptakan suasana belajar yang
sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
7.
Teknik Memberikan Penjelasan Tentang Prosedur.
Kadang-kadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang
langsung dengan ketidakmampuan siswa melaksanakan tugas yang diberikan
kepadanya. Kesulitan ini terjadi apbila guru berasumsi bahwa siswa memiliki
keterampilan, padahal sebenarnya tidak. masalah yang hampir sama yaitu
masalah-masalah perilaku yang lazimnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa
yang tidak biasa dikelas.
8.
Mengadakan Analisis
Kadang-kadang terjadi hampir terus menerus berbuat
kenakalan, guru dapat mengetahui masalah yang akan di hadapinya dan mengurangi
keresahan siswanya.
9.
Mengadakan Perubahan Kegiatan
Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang
harus segera di ambil yaitu mengubah apa yang sedang anda lakukan. Jika
biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk
dibaca atau menyuruh mereka membaca buku-buku pilihan mereka.
10. Teknik
Menghimbau
Kadang-kadang guru sering mengatakan, “harap tenang”. Ucapan
tersebut adakalanya membawa hasil, siswa memperhatikannya. Tetapi apabila
himbauan sering digunakan mereka cenderung untuk tidak menggubrisnya
Hal-hal yang harus di hindari dalam pengelolaan kelas yang
efektif, yaitu sebagai berikut :
a.
Campur Tangan Yang Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan
komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus.
Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.
b.
Kelenyapan
Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu
intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan
atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak
mengawang-awang.
c.
Ketidaktepatan Memulai Dan Mengakhiri Kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri
aktivitas sebelumnya.
d.
Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan
kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita
sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran
kegiatan di kelas terganggu.
e.
Bertele-Tele
Bertele – tele Terjadi jika pembicaraan guru dalam
pembelajaran bersifat sebagai berikut :
1) Mengulang-ulangi hal-hal
tertentu
2) Memperpanjang pelajaran
atau penjelasan
3) Mengubah teguran menjadi
ocehan yang panjang
f.
Pengulangan Penjelasan Yang
Tidak Perlu
Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu
membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk
ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada
seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
C. Menciptakan
Suasana Belajar Yang Menyenangkan
1.
Ciptakan Iklim Yang Nyaman Buat Anak Didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa,
baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa
untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik
dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa
tidak akan ada siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi
kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui
tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.
2.
Dengarkan Dengan Serius Setiap Komentar Atau Pertanyaan Yang Diajukan Oleh
Siswa Anda.
Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus
dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan
diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang
percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah,
tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan
menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3.
Jangan Ragu Memberikan Pujian Kepada Siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang
diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat
bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan
sebelumnya”.
4.
Beri Pertanyaan Yang Mudah Dijawab
Jika hal di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa
memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan
memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas.
5.
Biarkan Siswa Mengetahui Pelajaran Sebelum Kelas Dimulai
Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan
Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika
saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda
yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".
6.
Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki.
Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi
dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya
dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin
dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan
hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas
berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa
membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud, Dikdasmen. 1997. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Depdikbud.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran.
Bandung: Rosda Karya.
Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia
Indonesia.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen
Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi
manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik
yang lain.
Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka
perlu dilakukan langkah-langkah sebagaiberikut :
a. Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa
hal, antara lain :
1) Aktivitas visual, seperti
membaca, menulis, melakukan eksprimen.
2) Aktivitas lisan, seperti
bercerita, tanya jawab.
3) Aktivitas mendengarkan,
seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
4) Aktivitas gerak, seperti
melakukan praktek di tempat praktek.
5) Aktivitas menulis, seperti
mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya
lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas siswa.
Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa
b.
Menarik Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan
perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap
pada diri seseorang. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya
dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa.
c.
Membangkitkan Motivasi Siswa
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif
menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai
tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia
mau belajar.
Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi
siswa :
1) Guru berusaha menciptakan
persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
2) Pada awal kegiatan
pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang
tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing
untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
3) Guru berusaha mendorong
siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Guru hendaknya banyak
memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri.
5) Guru selalu berusaha
menarik minat belajar siswa.
6) Sering-seringlah memberikan
tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin
d.
Memberikan Pelayanan Individu Siswa
Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata
ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan
kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran
individual atau privat, belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui
les-les privat atau melalui lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus
memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e.
Menyiapkan dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran.
Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang
digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang
disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.
Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang
dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan
manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di
kelas.
B. Strategi Pengelolaan
Kelas Yang Efektif
Strategi yang efektif dan yang harus diperhatikan saat
pengelolaan kelas, yaitu sebagai berikut :
1. Memulai pelajaran tepat
waktu.
2. Menata tempat duduk yang
tepat dengan cara menyelaraskan antar format dan tujuan pengajaran, misalnya
untuk pengajaran dengan menggunakan model diskusi, bangku siswa dibentuk
setengah lingkaran.
3. Mengatasi gangguan dari
luar kelas.
4. Menetapkan aturan dan
prosedur dengan jelas dan dapat dilaksanakan dengan konsisten.
5. Peralihan yang mulus antar
segmen pelajaran.
6. Siswa yang berbicara pada
saat proses belajar mengajar berlangsung.
7. Pemberian pekerjaan rumah.
8. Mempertahankan momentum
selama pelajaran.
9. Downtime, kelebihan
waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas-tugas dalam proses
belajar mengajar.
10. Mengakhiri pelajaran.
Selain strategi di atas, Strategi pengelolan kelas yang
efektif juga dapat dilakukan dengan beberapa Teknik sebagai berikut:
1.
Teknik Mendekati
Bila seorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang
biasanya efektif yaitu teknik mendekatinya. Kehadiran guru bisa membuatnya
takut, dan karena itu dapat menghentikannya dari perbuatan yang disruptif,
tanpa perlu menegur andai kata siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat
nakal, memindahkan tempat duduknya ke meja guru dapat berefek preventif.
2.
Teknik Memberikan Isyarat
Apabila siswa berbuat penakalan kecil, guru dapat memberikan
isyarat bahwa ia sedang diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari,
pandangan tajam, atau lambaian tangan.
3.
Teknik Mengadakan Humor
Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja,
dengan melihatnya secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana
baik, serta memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa
yang akan terjadi.
4.
Teknik Tidak Mengacuhkan
Untuk menerapkan cara ini guru harus lues dan tidak
perlu menghukum setiap pelanggaran yang diketahuinya. Dalam kasus-kasus
tertentu, tidak mengacuhkan kenakalan justru dapat membawa siswa untuk di
perhatikan.
5.
Teknik Yang Keras.
Guru dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia
di hadapkan pada perilaku disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya
mengeluarkannya dalam kelas.
6.
Teknik Mengadakan Diskusi Secara Terbuka
Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, sering guru menjadi
heran. ia lalu menilai kembali tindakan dan pengajarannya. untuk menjelaskan
perbuatan-perbuaatan siswa-siswanya. Dan menciptakan suasana belajar yang
sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
7.
Teknik Memberikan Penjelasan Tentang Prosedur.
Kadang-kadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang
langsung dengan ketidakmampuan siswa melaksanakan tugas yang diberikan
kepadanya. Kesulitan ini terjadi apbila guru berasumsi bahwa siswa memiliki
keterampilan, padahal sebenarnya tidak. masalah yang hampir sama yaitu
masalah-masalah perilaku yang lazimnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa
yang tidak biasa dikelas.
8.
Mengadakan Analisis
Kadang-kadang terjadi hampir terus menerus berbuat
kenakalan, guru dapat mengetahui masalah yang akan di hadapinya dan mengurangi
keresahan siswanya.
9.
Mengadakan Perubahan Kegiatan
Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang
harus segera di ambil yaitu mengubah apa yang sedang anda lakukan. Jika
biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk
dibaca atau menyuruh mereka membaca buku-buku pilihan mereka.
10. Teknik
Menghimbau
Kadang-kadang guru sering mengatakan, “harap tenang”. Ucapan
tersebut adakalanya membawa hasil, siswa memperhatikannya. Tetapi apabila
himbauan sering digunakan mereka cenderung untuk tidak menggubrisnya
Hal-hal yang harus di hindari dalam pengelolaan kelas yang
efektif, yaitu sebagai berikut :
a.
Campur Tangan Yang Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan
komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus.
Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.
b.
Kelenyapan
Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu
intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan
atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak
mengawang-awang.
c.
Ketidaktepatan Memulai Dan Mengakhiri Kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri
aktivitas sebelumnya.
d.
Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan
kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita
sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran
kegiatan di kelas terganggu.
e.
Bertele-Tele
Bertele – tele Terjadi jika pembicaraan guru dalam
pembelajaran bersifat sebagai berikut :
1) Mengulang-ulangi hal-hal
tertentu
2) Memperpanjang pelajaran
atau penjelasan
3) Mengubah teguran menjadi
ocehan yang panjang
f.
Pengulangan Penjelasan Yang
Tidak Perlu
Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu
membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk
ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada
seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
C. Menciptakan
Suasana Belajar Yang Menyenangkan
1.
Ciptakan Iklim Yang Nyaman Buat Anak Didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa,
baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa
untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik
dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa
tidak akan ada siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi
kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui
tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.
2.
Dengarkan Dengan Serius Setiap Komentar Atau Pertanyaan Yang Diajukan Oleh
Siswa Anda.
Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus
dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan
diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang
percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah,
tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan
menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3.
Jangan Ragu Memberikan Pujian Kepada Siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang
diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat
bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan
sebelumnya”.
4.
Beri Pertanyaan Yang Mudah Dijawab
Jika hal di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa
memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan
memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas.
5.
Biarkan Siswa Mengetahui Pelajaran Sebelum Kelas Dimulai
Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan
Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika
saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda
yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".
6.
Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki.
Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi
dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya
dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin
dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan
hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas
berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa
membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud, Dikdasmen. 1997. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Depdikbud.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran.
Bandung: Rosda Karya.
Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia
Indonesia.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen
Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Trimakasih materinya kak, sangat membantu saya
BalasHapus