TUGAS TAHAPAN PENANGULANGAN DISIPLIN KELAS
TUGAS MANAGEMEN
TENTANG
TAHAPAN PENANGGULANGAN DISIPLIN KELAS
OLEH
DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP )
ADZKIA
2019
A. Tindakan Preventif dalam
Pengelolaan Kelas
Tindakan preventif dalam pengelolaan kelas merupakan
pencegahan terhadap perilaku menyimpang.1 Menurut J.J Hasibuan, yang dimaksud
dengan tindakan preventif dalam pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang
berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
dengan tujuan untuk mencegah timbulnya perilaku yang mengganggu kegiatan
belajar.
Tindakan preventif merupakan langkah awal yang dilakukan
oleh guru dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas itu sendiri adalah segala
usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan
menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai
dengan kemampuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa dalam setiap
proses pembelajaran seorang guru harus telah merencanakan dan mengusahakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran. Agar
terhindar dari kondisi yang merugikan dan mengkibatkan tidak akan tercapainya
tujuan pendidikan maka seorang guru haruslah melakukan suatu usaha. Usaha yang
dilakukan tersebut adalah tindakan pencegahan/tindakan preventif.
Tujuan dari pelaksanaan tindakan priventif ini adalah untuk
menciptakan kondisi pembelajar yang menguntungkan. Dimensi pencegahan dapat
berupa tindakan guru dalam mengatur lingkungan belajar, mengatur peralatan dan
lingkungan sosio emosional.
a. Kondisi dan
situasi pembelajaran
1) Kondisi fisik
Kondisi fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting
terhadap hasil perbuatan belajar. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan
memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses perbuatan
belajar peserta didik dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan
pengajaran.
Lingkungan
fisik yang dimaksud adalah:
a) Ruangan tempat
berlangsungnya kegiatan pembelajaran Ruangan tempat pembelajaran harus
memungkinkan untuk siswa bergerak leluasa tidak berdesak-desakan sehingga tidak
saling mengganggu antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya. Besarnya
ruangan kelas sangat tergantung pada berbagai hal antara lain:
(1) Jenis kegiatan, apakah
kegiatan pertemuan tatap muka dalam kelas ataukah kerja
di ruang praktikum.
(2) Jumlah peserta didik yang
melakukan kegiatan- kegiatan bersama secara klasikal secara relatif membutuhkan
ruangan rata-rata yang lebih kecil perorang bila dibandingkan dengan kebutuhan
ruangan untuk kegiatan kelompok. Jika ruangan tersebut mempergunakan hiasan,
pakailah hiasan- hiasan yang mempunyai nilai pendidikan yang dapat secara
langsung mempunyai ‘daya sembuh” bagi pelanggaran disiplin. Misalnya dengan
menempelkan pajangan dengan kata-kata baik, anjuran, dan sebagainya.Mengenai
masalah ukuran kelas ini, berdasarkan hasil penelitian Pilkington terhadap
siswa sekolah dasar dan menengah, jauh dari jumlah anak didik yang ideal
menurut kesepakatan para ahli. Kebanyakan mereka menyepakati bahwa ukuran kelas
yang ideal adalah terdiri dari 24 siswa.
b) Pengaturan tempat duduk
Hal yang terpenting dalam pengaturan tempat duduk ini adalah
memungkinkan terjadinya tatap muka sehingga dengan itu guru juga sekaligus bisa
memperhatikan tingkah-laku peserta didik. Dalam pengaturan tempat duduk,
sebaiknya ukuran tempat duduk siswa itu jangan terlalu besar agar mudah
diubah-ubah formasinya.
c) Ventilasi dan pengaturan cahaya
Ventilasi harus cukup untuk menjamin kesehatan peserta
didik. Udara yang sehat akan cukup apabila ventilasinya baik, sehingga semua
peserta didik bisa menghirup udara segar yang cukup mengandung oksigen. Jendela
dalam ruangan juga harus bisa menjamin cahaya matahari masuk ke dalam ruangan,
sehingga peserta didik bisa melihat tulisan dengan jelas, baik tulisan di papan
tulis, di buku catatan dan sebagainya. Cahaya sebaiknya datang dari sebelah
kiri, cukup terang, akan tetapi tidak menyilaukan bagi peserta didik.
d) Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang
mudah dicapai kalau diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar.
Barang-barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan dalam
ruangan kelas seperti buku palajaran, pedoman kurikulum dan sebagainya
hendaknya disimpan dengan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan
peserta didik.
2) Kondisi
sosio-emosional
Suasana sosio-emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh
yang cukup besar terhadap proses pembelajaran, kegairahan peserta didik
merupakan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran.
3) Kondisi
organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional yang dilakukan
baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah dalam
pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan
telah dikomunikasikan kepada siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi
mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang
baik. Disamping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan
penuh disiplin pada semua kegiatan yang bersifat rutin itu
B. Tindakan Kuratif dalam
pengelolaan kelas
Kegiatan yang
bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru mengenal atau mengetahui
masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah
tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar
belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.
2.
Menganalisis
masalah
Pada alngkah ini, guru menganalisi penyimpangan peserta
didik dan menyimpulkan latar belakang yang membuat peserta didik melakukan
penyimpangan tersebut.
3.
Menilai
alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini guru menilai dan memilih alternatif
pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menanggulangi masalah.
4.
Mendapatkan
balikan
Pada langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud
menilai keampuhan pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih untuk
mencapai sasaran yng sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini
dapat dilaksanankan dengan diadakan pertemuan dengan para peserta didik. Maksud
pertemuan perlu dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta
menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk
perbaikan, baik untuk peserta didik maupun sekolah.
Daftar Rujukan
Syaiful Bahri
Djamarah, 1994, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya: Usaha Nasional,
h. 90.
Ekosiswoyo, R dan Rachman, M. 2000. Manajemen Kelas:
Sesuai dengan Kurikulum D-II PGSD. Semarang: CV IKIP
Semarang Press.
Terima kasih materinya membantu kak...
BalasHapusIya sama-sama kak
BalasHapusTrimakasih materinya kak, sangat membantu saya
BalasHapusIya sama-sama kak
HapusTrimakasih ilmunya bernfaat kakak
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus